Viral Gaji Anak Magang Rp 100 Ribu dan Denda 500 Ribu, Kemnaker Langsung Sidak Campuspedia

BERITAKITO.ID – Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melakukan inspeksi mendadak terkait viralnya curhatan seorang peserta magang di Startup Campuspedia yang digaji hanya Rp100.000 per bulan dan didenda Rp500.000 jika resign.Sidak tersebut dilakukan Sabtu (30/10/2021) ke Campuspedia yang berlokasi di Surabaya.

Dari tim Binwasnaker dan K3 memastikan bahwa informasi yang beredar terkait pemberian gaji dan pemberlakuan denda kepada peserta adalah benar.

“Dari penjelasan CEO Campuspedia, saudara Akbar Maulana, kita mendapatkan informasi bahwa memang benar apa yang beredar sebagaimana diinformasikan, tapi hal yang berkaitan dengan denda 500 ribu itu memang diakui pernah terjadi seperti itu,” ucap Direktur Pemagangan Ali Hapsah melalui keterangan tertulis, Minggu (31/10/2021).

Ali menjelaskan bahwa dengan adanya kejadian tersebut,pihak manajemen Campuspedia menyadari tindakannya tidak tepat dan akan mengembalikan kembali dana denda yang didapat kepada peserta magang.

“Ada niat baik dari mereka untuk mengembalikan dana itu kepada orang-orang yang pernah memberikan. Namun, meskipun ada (aturan) denda, tidak serta merta denda itu dibayarkan oleh peserta magang. Ada yang membayarkan, ada yang tidak membayarkan,” ujarnya.

Foto: Kemnaker Langsung Sidak Campuspedia

Ali menerangkan para peserta magang di Campuspedia merupakan para mahasiswa yang ingin meningkatkan kompetensinya. Sehingga menurut dia, pemagangan seperti itu tidak terkait dengan perhatian dari Kementrian Ketenagakerjaan. Lantaran pemagangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020, yakni pemagangan menyasar para pencari kerja dan pekerja untuk meningkatkan kompetensinya.

“Sehingga dalam konteks ini sebenarnya kurang relevan dengan concern kita. Meskipun demikian, kita tetap memberikan arahan agar aturan yang ada di Permenaker bisa menjadi acuan, sehingga hasil yang diharapkan dari proses magang itu betul-betul bisa didapatkan,”jelasnya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada industri yang bersedia menerima mahasiswa magang karena dengan adanya program magang ini merupakan salah satu langkah dari pelatihan vokasi yang dapat mengatasi persoalan ketenagakerjaan.

“Sebagaimana ditekankan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, pemagangan sangat penting untuk menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai tuntutan pasar kerja,” ucapnya.

Ia menjelaskan kedepannya agar proses magang dapat dilakukan dengan benar sesuai dengan Permenaker Nomor 6 Tahun 2020. Begitupun dengan pihak Kemnaker sangat membuka diri dan siap membantu industri dalam hal memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan, seperti merancang proses pemagangan dan menyiapkan mentornya yang bersertifikat.

“Intinya pemagangan ini bukan sesuatu yang dilarang, tetapi sesuatu yang kita dorong, tapi dengan syarat kita dalam melaksanakannya sesuai dengan Permenaker Nomor 6 Tahun 2020,” tuturnya.