Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan Lebih 57 Orang, 169 Warga Terluka

Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 57 Orang, 169 Warga Terluka
Banner Iklan Sariksa

Beritakito.id – Informasi korban serangan rusia ke ukraina dari Menteri Kesehatan (Menkes) Ukraina Oleh Lyashko mengonfirmasi, 57 warganya tewas akibat serangan Rusia sepanjang Kamis (24/2/2022). Selain korban tewas, sebanyak 169 warganya juga mengalami luka-luka.

Para korban umumnya berasal dari kota yang berbatasan dengan Rusia atau di wilayah sengketa dengan kelompok separatis. Namun dia tak menjabarkan apakah ada korban dari pihak sipil.

Secara terpisah Wakil Menteri Pertahanan melaporkan, Rusia masih menggempur Donetsk, wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. Sementara itu Duta Besar Ukraina di PBB Yevheniia Filipenko mendesak digelarnya debat di Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengenai serangan Rusia.

“Ini merupakan tanggapan terhadap kemerosotan sangat parah dalam situasi HAM di Ukraina sebagai akibat dari permusuhan Rusia di wilayah Ukraina,” kata Filipenko, sebagaimana dikutip dari Inews, Jumat (25/2/2022).

Uni Eropa (UE) dalam cuitan terpisah mendukung langkah tersebut.

Presiden Dewan HAM PBB akan bertemu dengan badan beranggotakan 47 negara itu untuk membahas permintaan tersebut. Mayoritas sederhana diperlukan untuk mengadakan debat mendesak selama pembukaan sesi utama pada Senin mendatang.

Serangan Rusia ke Ukraina, NATO Mulai Bergerak

Sementara itu, negara-negara NATO (North Atlantic Treaty Organization), Polandia, Estonia, Latvia, dan Lituania telah menyuarakan memberlakukan Pasal 4 NATO terkait serangan Rusia ke Ukraina.

Pasal 4 NATO berbunyi, ‘Para pihak akan berkonsultasi bersama kapan pun, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik atau keamanan salah satu pihak terancam’.

Menurut situs NATO sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, konsultasi berdasarkan Pasal 4 dapat mengarah pada tindakan kolektif di antara 30 negara anggota.

Hingga kini tercatat sudah enam kali Pasal 4 tersebut digunakan, terakhir kali oleh Turki pada Februari 2020 setelah puluhan tentara Turki tewas lantaran serangan pasukan pemerintah Suriah di daerah-daerah yang dikuasai oposisi di Suriah Utara.

Turki pula yang menggunakan Pasal 4 pada empat kesempatan lain, sekali pada 2015 ketika menginformasikan aliansi tentang tanggapan terhadap serangan teroris di negara tersebut. Kemudian dua kali pada 2012, saat sebuah pesawat tempur Turki ditembak jatuh di Suriah Utara dan setelah warga sipil Turki terbunuh. Satu kesempatan lain yakni pada 2003 ketika meminta bantuan aliansi untuk melindungi penduduknya dari dampak perang di Irak.

Dalam dua kesempatan, NATO menanggapi dengan bantuan militer, mengirimkan baterai rudal Patriot untuk melindungi dari serangan Suriah pada 2012 dan mengirim baterai pesawat dan rudal ke sepanjang perbatasan Turki dan Irak pada 2003.

Sementara satu negara lain yang menggunakan Pasal 4 adalah Polandia pada 2014 setelah agresi Rusia yang juga dilakukan terhadap Ukraina. Sebuah pertemuan menghasilkan upaya aliansi lebih lanjut guna bersatu melawan berbagai ancaman.