Sekdes Lumpuh Usai Vaksin Disebut Kena Stroke Ringan, Masih Dirawat di RS. Ar Bunda

MURATARA, BERITAKITO.ID – Camat Karang Jaya, Kabupaten Muratara, A Fuad membenarkan adanya kasus Sekdes Desa Embacang Lama, Indra yang lumpuh setelah divaksin.

Pihaknya menegaskan sudah mengkonfirmasi, jika kelumpuhan korban diakibatkan penyakit bawaan, bukan dari vaksin.

“Kita sudah dapat informasi itu, dan sudah mengkonfirmasi ke tenaga kesehatan. Dia sempat dirawat di ke RS AR Bunda, dia mempunyai penyakit bawaan dan mengkibatkan stroke,” katanya, Jumat (12/11).

Dia mengatakan, Indra memang awalnya mengikuti penyuntikan vaksin tahap ke II, Minggu tanggal 10 Oktober 2021 sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun setelah disuntik selang beberapa jam pukul 17.00 WIB, tubuhnya alami kelumpuhan.

Pihaknya menuturkan, adanya informasi simpang siur mengenai permasalahan itu, tentunya cukup mempengaruhi upaya sosialisasi vaksin yang saat ini tengah digalakan pemerintah.

Terpisah, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara Marlinda Sari saat dikonfirmasi, juga menegaskan jika kasus kelumpuhan itu diakibatkan stroke ringan.

“Itu keterangan dari dokter sesialis saraf, kelumpuhan itu bukan diakibatkan dari vaksin. Tapi karena stroke,” tegasnya.

Pihaknya mengaku, akan tetap melakukan pengecekan terhadap saudara Indra dengan prosedur yang berlaku dalam vaksinasi.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto, melalui humas AKP Nedy membenarkan, adanya informasi salah satu warga di Desa Embacang Lama. Pihaknya sudah melakukan pengecekan, 

“Hasil pemeriksaan serta diagnosa dokter RS. Ar. Bunda Lubuklinggau menjelaskan bahwasanya lumpuh yang dialami bapak Indra dikarenakan serangan strok (saraf) ringan dan bukan akibat dari setelah dilakukan vaksin dosis ke-2” ungkap AKP Nedy.

Terhadap hasil pemeriksaan diagnosa dokter RS Ar Bunda, pihaknya menegaskan, telah dijelaskan kepada pihak keluarga korban yang diwakili oleh Hadi Subeno anggota DPRD Kab Muratara dari dapil Karang Jaya.  

“Sampai saat ini, korban masih menjalani perawatan di RS. Ar Bunda Lubuklinggau, dan dalam kondisi sadar,” tegasnya.