News  

Pria Ini Rela Jual Kebun untuk Bisnis Sabu, Kini Terancam Hukuman Mati

Pria Ini Jual Kebun untuk Bisnis Sabu, Kini Terancam Hukuman Mati
Tersangka Apek (duduk) saat dihadirkan dalam rilis ungkap kasus sabu seberat 1,7 kg di Mapolres Muba. Foto : HARIANMUBA.COM

SEKAYU – Jajaran Polres Musi Banyuasin (Muba) berhasil mengamankan Fitalia alias Apek (41). Pria ini diduga kuat sebagai bandar sabu partai besar.

Tersangka ditangkap di Dusun V, Desa Supat Induk, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Muba, Sumsel.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 1,7 kg sabu-sabu. Barang tersebut ditemukan di dalam pondok tempat tersangka bersembunyi, pada Jumat (25/2/2022).

“Setelah mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba, anggota langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka saat berada di sebuah pondok di tengah kebun sawit yang jauh dari pemukiman,” ujar Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy, Selasa (1/3/2022).

85 Paket Sabu

Saat ditangkap, tidak ada perlawanan dari tersangka. Polisi mengamankan barang bukti 85 paket sabu baik ukuran kecil, sedang, dan besar yang disimpan dalam tas.

Selain itu, diamankan juga dua buah kantong plastik bening dan empat buah plastik warna hijau merek Guanyinwang.

“Tersangka ini statusnya bandar dan sudah lama menjadi target operasi (TO). Untuk sebaran sabu-sabu yang dijual tersangka, yakni mulai dari Babat Supat, Sungai Lilin, Tungkal Jaya, hingga Bayung Lencir,” ulas Kapolres.

Kapolres menyebut, pihaknya sempat melakukan pengembangan, namun karena ada kendala teknis jadi terhenti.

Meski begitu, ia memastikan penyelidikan terus berlangsung, termasuk jaringan tersangka yang masih pelajari.

“Tersangka dikenakan pasal primer yakni Pasal 114 Ayat (2), subsider Pasal 112 Ayat (2), Undang-undang Nomor 35 Tahun 2000 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” tegas Alamsyah.

Di hadapan polisi, tersangka Apek mengaku, awal ia berbisnis narkoba dari menjual paket kecil pada tahun 2018 lalu.

Karena memiliki untung yang cukup besar, ia beralih menjual narkoba dengan skala sedang hingga besar.

“Modal awalnya saya dapatkan dari jual kebun, sudah lebih dari tiga tahun jual narkoba. Kalau untuk skala besar sejak enam bulan lalu,” aku tersangka.

Sabu itu sendiri, kata tersangka, dipesannya melalui seseorang menggunakan pesan singkat WhatsApp.

“Saya pesan melalui WA, nanti ada yang mengarahkan. Setelah barang didapat saya transfer uangnya. Kalau yang antar (kurir) orangnya ganti-ganti, saya tidak kenal. Ambilnya di jalan lintas, kadang barangnya di dalam tas, kadang di dalam kertas dan lain-lain,” pungkas tersangka. (boi/harianmuba/sumeks.co)