Narkoba Dengan Total Puluhan Milliar Diangkut Dengan Modus Baru, 16 Kg Sabu Disebut Pesanan Warga Lapas

16 Kg Sabu Disebut Pesanan Warga Lapas

Beritakito.id – Penyelundupan sabu-sabu sebanyak 16 kantong atau 16 Kilogram yang berhasil digagalkan Ditres Narkoba Polda Sumsel, Selasa (1/2) dini hari, ternyata menggunakan modus baru.

Polisi menangkap dua orang yang mengantarkan sabu tersebut atau kurir bernama, Armia (48), warga Dusun Ujung Krueng, Desa Meunasah Leubok, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur dan Fadli (39), warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, NAD.

Kedua kurir ini ternyata menggunakan mobil pikap jenis Mitsubishi L 300 warna hitam yang telah dimodifikasi. Yakni baknya bisa diangkat dengan menekan tombol berbentuk petak persegi warna kuning yang diletakkan di dashboard depan samping sopir.

Kurir Narkoba di Bayar 35 juta

Untuk memodifikasi, tersangka Armia harus mengeluarkan Rp35 jutauntuk membayar upah dan bahan-bahan guna memodifikasi kendaraan pikap tersebut.

Mobil pikap bernomor Palembang BG 9833 NQ dan dari STNK pemilik awalnya diketahui berinisial Ac yang telah meninggal dunia. Selama ini petugas mencurigai kendaraan berplat luar, tetapi jaringan tersangka merubahnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, karena sempat kesulitan untuk menemukan barang bukti narkoba. Ternyata, BB sabu disimpan di dalam kontainer (kotak) hasil modifikasi di bawah bak mobil. Mobil tersebut berisi bibit kelapa sawit, yang baknya bisa diangkat dengan sistem hidrolik. Ini modus yang digunakan pertama kali,” ujar Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono, kepada awak media, Rabu (2/2).

Dari pengakuan tersangka, keduanya sudah dua kali mengantarkan barang haram tersebut ke seseorang yang diduga bandar narkoba di Palembang dan pengirimannya sukses.

“Pengiriman yang pertama atas permintaan seseorang berinisial S, warga Aceh untuk dikirimkan ke salah seorang warga binaan berinisial Jl yang mengendalikan peredaran barang haram ini dari dalam Lapas,” beber Heri.

Sayangnya, Heri tak menyebut secara jelas lokasi Lapas yang dimaksud. Namun, hanya diakui Lapas tersebut berada di wilayah Sumsel.

“Untuk S, kita masih lakukan tracking dan kita juga telah berkoordinasi dengan Ditres Narkoba Polda Aceh,” tutup Heri.