News  

Patut Bangga, Kopi Pagaralam Kalahkan Kopi Negeri Samba dan Italia

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Aufa Syahrizal Sarkomi, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan H Chandra Amprayadi, Komisioner KPAID Sumsel Bidang Nafza dan Kesehatan, Ir Leila Damayanti Djohan, SPsi, MSi saat menghadiri Sriwijaya Fest di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Sabtu (26/9). Foto : Alhadi Farid, palpres.com

Beritakito.id, Pagar Alam – Kenikmatan cita rasa kopi Pagaralam memang tiada dunia. Kopi yang ditanam dengan ketinggian sekitar 1.300 mdpl memiliki rasa pahit yang begitu khas. Bahkan, kenikmatan kopi Pagaralam mampu mengalahkan kopi asal Negeri Samba, Brasil dan Italia, Hebat kan!

Potensi alam yang begitu besar ini memang patut disyukuri bukan hanya warga Kota Pagaralam atau Suku Melayu Basemah saja, kenikmatan yang besar ini sudah seharusnya disyukuri warga Sumatera Selatan.

Rasa syukur ini juga ditunjukkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan Aufa Syahrizal Sarkomi, dengan menggelar Sriwijaya Fest. Tahun ini, Festival Kopi digelar di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS).

Konsep acaranya pun cukup berbeda, digelar di ruang terbuka dengan konsep tanam. Tentunya konsep acara dibuat sebagai langkah upaya mencegah penularan Covid-19.

“Festival ini kita gelar sebagai upaya mempromosikan produksi kopi di Sumatera Selatan. Seperti yang kita ketahui, Kopi Pagaralam sudah mengharumkan nama Sumsel saat Festival Kopi di Perancis.

Rasa kopi Pagaralam mengalahkan nikmatnya kopi Brasil dan Italia,” kata Aufa kepada palpres.com, Sabtu (25/9).

Dengan potensi alam tersebut, Aufa berpendapat, brand kopi Sumatera Selatan harus mendapat ruang promosi yang besar sehingga bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke daerah penghasil kopi ternikmat di dunia.

“Untuk itulah, kita terus berupaya memperkenalkan kopi Sumatera Selatan agar bisa dikenal oleh dunia. Branding Sriwijaya harus kita kuatkan,” ucapnya.

Lebih jauh kata Aufa, potensi alam ini juga harus dimanfaatkan para pelaku kopi di Sumatera Selatan. Peningkatan produksi kopi tetap menjadi utama agar kualitas kopi yang dimiliki Sumsel tetap mendapat hati bagi penikmat kopi di dunia.

“Kita berharap kopi kita harus lebih eksis lagi agar seluruh orang tahu kenikmatan cita rasa kopi Pagaralam,” harapnya.

Sementara itu, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan, kopi merupakan kekayaan hayati yang dimilliki Sumsel. Rasa kopi yang dihasilkan dari tanah Sumatera Selatan memiliki rasa yang sangat nikmat dan bisa mengalahkan kopi hasil dari negara lain.

“Informasi ini sangat menggembirakan. Saya kira kenikmatan kopi harus tetap ditingkatkan, bukan hanya kopi Pagaralam saja, namun Kopi Semende dan Kopi Lahat,” ucap Sultan Iskandar.