Berita  

Melalui PNM, BPKH mengeluarkan dana Rp 885 miliar untuk pemberdayaan UKM.

Lewat PNM, BPKH salurkan Rp885 miliar untuk berdayakan UMKM

Sedikitnya 138.500 perempuan yang telah memperoleh manfaat dari dan akan menerima investasi dari BPKH, dengan asumsi distribusi keuangan maksimum Rp 10 juta per klien.

Bandung (ANTARA) – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan dana senilai Rp 885 miliar untuk pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Selain itu, Badan Pengelola Keuangan Haji telah berkomitmen untuk meningkatkan investasi dalam bentuk pembiayaan sindikasi sebesar Rp 500 miliar.

Anggota Pengurus BPKH A Iskandar Zulkarnain, usai acara kerjasama investasi reksa dana peserta Syariah Limited, “Dengan asumsi pembiayaan hingga Rp 10 juta per klien, setidaknya ada 138.500 wanita yang telah diuntungkan dan memenuhi syarat untuk investasi dari BPKH” kata Pembiayaan Sindikasi dengan Perbankan – Bank Syariah akan digunakan untuk program Pembinaan Ekonomi Keluarga (Mekar) yang berkembang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu.

Menurutnya, program Mekaar telah dan akan terus bermanfaat bagi masyarakat luas.

Iskandar menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah, BPKH memiliki semangat dan komitmen yang besar untuk memberdayakan UMKM dan meningkatkan ketahanan ekonomi rakyat.

Ia berharap investasi BPKH tidak hanya menciptakan nilai manfaat, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Seorang anggota dari Collection and Placement Implementation Organization mengatakan, “Dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan berupa peningkatan kualitas pendidikan dan perekonomian ibu-ibu dan keluarganya dari berbagai desa di tanah air.” Investasi Langsung dan Investasi Lainnya.

Sebagai hasil dari rangkaian kegiatan ini, PNM telah membuka Fasilitas Belajar Ruang Pintar di Desa Sukatani, sebuah fasilitas yang mendukung pelanggan PNM Mekaar dan anak-anak di masyarakat sekitar untuk belajar atau melakukan aktivitas lainnya secara online.

Dibuka di Desa Sukatani, Smart Room dilengkapi dengan perpustakaan, paket alat tulis, internet, laptop, meja dan kursi, terutama proyektor yang sangat berguna untuk pembelajaran online.

Dengan adanya Ruang Pintar selama enam bulan untuk anak-anak pelanggan PNM Mekaar dan masyarakat sekitar, PNM berharap dapat menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mengedukasi masyarakat kurang mampu yang sulit belajar online.

Direktur Operasional PNM Sunar Basuki mengatakan, “Kami berharap Smart Room ini dapat membantu meringankan beban orang tua dengan kegiatan belajar jarak jauh anaknya.

Ia berharap Ruang Pintar dapat berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan akses informasi melalui teknologi digital dan pemanfaatan internet bagi anak-anak pelanggan PNM dan masyarakat umum Desa Sukatani.

BPKH, badan publik yang mengelola keuangan haji secara korporasi dan nirlaba, didirikan berdasarkan Undang-Undang No. 2014. Sesuai dengan Pasal 24 tahun 34, berwenang untuk menempatkan dan menginvestasikan keuangan haji sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, keamanan dan nilai manfaat. .

Hadir pula Anggito Abimanyu, Ketua Badan Pelaksana BPKH, Wakil Ketua Komite VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, Pengurus Cabang PNM Cimahi Neneng Yani, Kepala Desa Sukatani Dede Supriadi dan nasabah PNM Mekaar Syariah.

Baca juga: Gandeng BPKH, PNM Pemberdayaan Masyarakat Padalarang, Jawa Barat.
BACA JUGA: BPKH Pastikan Pengelolaan Keuangan Haji Aman
Baca juga: BPKH: Subsidi biaya haji Rp. Mencapai 41 juta.

Reporter: Azat Sudrazat
Editor: Klik Dewanto
HAK CIPTA © ANTARA 2022