Mau Trading Cuan, Pahami 3 Prinsip Dasar Analisis Teknikal

Banner Iklan Sariksa

BERITAKITO.ID – Ketika melakukan trading, maka sudah seharusnya dan selayaknya Anda menggunakan analisis teknikal sebagai dasar keputusan untuk mengetahui kapan waktunya beli, dan kapan saat waktunya jual.

Tapi sayangnya, menentukan kapan waktunya beli dan kapan waktunya jual, tidak semudah seperti yang dipikir dan dikira oleh kebanyakan orang. Sebab ilmu analisis teknikal saham sendiri memiliki banyak sekali metode dan indikator.

Sebenarnya, semua jenis indikator, cara kerjanya mirip-mirip. Karena semuanya dibuat berdasarkan prinsip dasar yang sama, yakni Prinsip Dasar Analsis Teknikal.

Kalau kita sudah memahami prinsip dasar ini, maka membaca indikator akan jauh lebih mudah. Dan akhirnya hasil analisis kita juga semakin tajam dan akurat.

Baca juga :
Pembunuhan di Hotel Padang Bulan, Korban dan Pelaku Oral Seks

Sebab kita sudah tahu, bagaimana cara kerja dan prinsip dari semua indikator yang ada.

So, sekarang pertanyaannya: apa-apa saja ketiga prinsip dasar tersebut?

Menurut pakar trading, Fakar Suhartami Pratama, ada tiga prinsip dasar analisis teknikal untuk memaksimalkan profit.

“Ketiga prinsip dasar itu, yakni market bergerak dalam trend, history repeat itself dan market action discount everything,” sebut Fakar dikutip dari buku yang diterbitkannya, Akademi Trading, Sabtu (16/10/2021).

1. Market Bergerak Dalam Trend

Prinsip pertama ingin menekankan bahwa harga akan selalu bergerak mengikuti tren atau pola tertentu. Dan pola pergerakan harga saham akan terus berlanjut sampai terdapat tanda-tanda tren itu akan berhenti atau berbalik arah.

“Entah itu uptrend, downtrend ataupun sideways, kita akan selalu menunggangi trend itu untuk mendapatkan profit,” ujar Fakar.

“Kita harus mengetahui trend bergerak kemana sehingga kita bisa mengikuti trend tersebut atau istilahnya follow the trend,” kata pemilik Fakar Trading itu lagi.

2. History Repeat Itself

Pada prinsip kedua ini, lebih ditekankan bahwa pergerakan harga di masa lalu akan cenderung terjadi secara berulang. Sehingga dapat menjadi acuan bagi seorang trader untuk mengambil keputusan.

“Pola-pola dalam market selalu berulang. Ini disebabkan karena kesalahan-kesalahan manusia selalu berulang,” kata Fakar.

“Kesalahan-kesalahan manusia di trading selalu sama, yaitu fear dan greedy. Manusia takut ketika mengalami kekalahan dan manusia serakah ketika menang terus. Terus-menerus dan akhirnya membentuk pola yang berulang,” tambahnya.

Baca juga :
Boikot Peredaran Komik Superman, Bahaya

Adapun sistem kerja dari prinsip dasar yang kedua ini, harga saham yang memiliki support kuat atau sering tersentuh harga support, maka harga saham akan cenderung turun ke harga support kuatnya ketika harga terkoreksi. Inilah yang dinamakan dengan history repeat itself.

Mengapa hal demikian bisa terjadi? Hal tersebut karena adnya psikologi pasar, yaitu manusia akan cenderung memberikan reaksi yang sama terhadap masalah yang sama. Sehingga segala sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu yang tercermin dari pergerakan harga historis, akan cenderung terulang di masa mendatang.

3. Market Action Discount Everything

Pada prinsip ini, kata Fakar, informasi yang paling cepat adalah grafik itu sendiri, bukan news yang dipublikasi. Grafik itu merupakan aksi dari pelaku pasar yang sedang mengambil posisi.

Perlu diketahui bahwa perilaku market di emas, saham, mata uang atau apapun itu yang menggunakan chart adalah sama. Semuanya menggunakan hukum permintaan dan penawaran, begitu juga dengan halnya binary options.

“Binary options mengambil chart dari mata uang seperti USD/JPY, USD/CAD, AUD/EUR dan sebagainya. Karena semuanya menggunakan chart untuk menampilkan harga (candle) maka kita wajib menggunakan ilmu pada analisis teknikal,” pungkasnya.