News  

Saat Ini 1.600 Mahasiswa UIN Raden Fatah Tunggu Hasil Mediasi Rektorat

UIN Raden Fatah

PALEMBANG – Sebanyak 1.600 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang masih menunggu kepastian dari pihak rektorat terkait penyelesaian bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sempat terkendala.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa telah melakukan pengajuan google form ulang untuk pendataan sesuai dengan data yang telah di-SK-kan oleh rektorat pada 17 Januari 2022 lalu.

Ketua HMI UIN Raden Fatah Palembang, Lovi Andiko, mengatakan, mahasiswa sudah menghadap ke DPRD pada Jumat kemarin untuk meminta bantuan menyelesaikan perkara yang sedang dihadapi bersama pihak rektorat.

Pihak DPRD sendiri telah mengirimkan surat ke rektorat untuk mengajak diskusi penyelesaian masalah tersebut.

1.600 Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Terima Bantuan UKT

“Rencananya Senin besok kami akan ditemukan dengan pihak rektorat dan bank yang bersangkutan dengan UKT yang saat ini sedang mengalami masalah,” katanya saat dihubungi via telepon, Sabtu (12/2) malam.

Dia menjelaskan, semenjak diberikan waktu untuk melakukan pendataan ulang mahasiswa yang menerima bantuan UKT, hingga saat ini setidaknya sudah ada 1.600 mahasiswa yang telah terdata di google form.

Sebelumnya lanjut Lovi, ada 1.400, namun ada penambahan mahasiswa yang baru mengetahui kabar tersebut, sehingga baru melakukan pendataan ulang di google form.

“Kemarin juga masih banyak yang belum mengetahui batas ketentuan untuk pendataan ulang di google form,” terangnya.

Saat ini pendataan ulang di google form sudah ditutup. Hal ini karena ingin menyelesaikan terlebih dahulu data yang sudah masuk terlebih dulu. “Masih banyak yang ingin melakukan pendataan tapi kami tutup,” katanya.

Dia menambahkan, mahasiswa yang telah terdaftar di google form masih menunggu kepastian dari pihak rektorat. Karena sebelumnya, banyak mahasiswa yang ingin mengajukan pembayaran UKT di bank yang bekerja sama dengan UIN Raden Fatah, semuanya mengalami sistem eror secara bersamaan.

“Laporan mahasiswa, dari tiga bank, yaitu Bank Sumsel Babel, BNI, BRI, semuanya mengalami sistem eror secara bersamaan saat kami ingin membayar UKT,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar permasalahan ini cepat terselesaikan  dan dapat di mediasi secara terbuka dan transparan saat ditemukan bersama di DPRD nanti. “Harapan kami ada kepastian dan kejelasan,” tutupnya.