Legenda Sumpah Puyang, Cerita Rakyat Tempirai dan Tanah Abang, Yuk Tonton!

PALI, BERITAKITO.ID – Legenda sumpah puyang merupakan cerita rakyat kabupaten pali di daerah tempirai dan tanah abang. Legenda ini merupakan kisah yang sangat terkenal dikalangan masyarakat.

RESEI (Research and Social Empowerment Institute) PALI yang bekerja sama dengan Fisinema bersiap merilis film terbaru yang berjudul “Sumpah Puyang”.

SIPNOSIS SUMPAH PUYANG | Festival Film Rentak Batanghari 2021

“Sumpah puyang adalah sebuah legenda dari tanah Sumatera Selatan tepatnya di daerah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Cerita ini berkisah tentang puyang dari daerah tempirai dan tanah abang.

Kedua sosok ini bertengkar dan berselisih paham, namun tidak ada yang menang ataupun kalah, karena mereka mempunya guru yang sama ,setelah terjadi perkelahian mereka mengucap sumpah yg mengikat warga tempirai dan tanah abang.

Dari sumpah ini ada beberapa pantangan yg tidak boleh di langgar oleh keturunan asli tempirai dan tanah abang. Sumpah puyang membuat kedua daerah ini mempunyai ikatan kuat bak saudara kandung. Ini lah yg menjadi fokus utama dan keistimewaan dari film dokumenter yg bertajuk Sumpah Puyang.”

Film ini disutradarai oleh Anggi Dwi Kusuma yang sukses menyutradarai Film Pendek berjudul “Masok Akal”.

Sebelumnya, Sumpah Puyang telah mengeluarkan poster sampai akhirnya resmi merilis teaser pada hari Minggu (11/10/2021).

Film Sumpah Puyang merupakan legenda lokal dari dusun Tempirai dan dusun Tanah Abang, Kabupaten PALI Sumatera Selatan,yang menceritakan sebuah ikatan perdamaian abadi antara leluhur (Puyang) kedua dusun.

Dengan mengikatkan diri sebagai saudara,tak boleh saling menyakiti dan juga tak boleh mengambil keturunan antara kedua leluhur tersebut, sampai ke anak cucunya.

Dengan mengikatkan diri sebagai saudara, tak boleh saling menyakiti dan juga tak boleh mengambil keturunan antara kedua leluhur tersebut, sampai ke anak cucunya.

Banyak makna dan cerita yang terkandung dalam pembuatan hingga jadinya film sumpah puyang. Mengenai makna cinta, melestarikan seni, adat akan budaya serta sejarah.