Berita  

Kisah Sedih Bocah Yatim di Martapura, Setia Temani Nenek Tersayang Memulung

Banner Iklan Sariksa

MARTAPURA, BERITAKITO.ID – Sahbana Pidia Putra (9), yang masih duduk dibangku kelas IV Sekolah Dasar, di SDN II Kotabaru, Martapura,  rela menjadi pemulung barang rongsokan, agar bisa  memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sahbana bukan seorang diri, Ia bersama neneknya menyusuri  setiap ada kegiatan keramaian, untuk mengambil  gelas kemasan air mineral,  dan rongsokan lainya yang bisa dijual kepada penampung barang rongsokan.

Karena masuk sekolah belum full, Sahbana bisa ikut terus bersama neneknya keliling martapura mencari rongsokan.  

“Kalau saya besar nanti, pengenya jadi guru,”kata Sahbana, saat ditemui dilokasi keramaian di Kotabaru, kemarin yang saat itu memunguti bekas minuman air mineral.

Baca juga : Pesta Ganja di Kampus USU Dipasok Wanita Asal Aceh

Sahbana mengaku senang bisa menemani neneknya kemanapun untuk mencari barang rongsokan. Karena dia takut ketika tidak ditemaninya, neneknya hilang.

Tidak tampak raut wajahnya sedih dengan kondisi yang dialaminya, meski jadi seorang pemulung. Namun kelihatan kulitnya kemerahan akibat sengatan sinar matahari, karena anak itu menggunakan baju kaos lengan pendek, dengan menggunakan sepatu bots.

Nenek Sahbana,  Rumana Sumiyati (40), mengaku tidak sedih dengan apa yang dialaminya, dengan sang cucu.  Dia tetap bahagia meski menjadi seorang pemulung.

Baca juga : Kades Muara Ikan Dirikan Tower Jaringan Internet Untuk Masyarakat dan Demi Kemajuan Dunia Pendidikan

“Jadi pemulung ini sudah 10 tahun saya jalani. Kebetulan cucu saya  ikut saya. Karena waktu dia usia 4 bulan, ayahnya meninggal, sejak itu saya yang mengurus dia ketika ibunya menikah lagi,”ungkap Rumana.

Mereka berdua keliling kota martapura mencari barang rongsongkan dengan menggunakan sepeda jenis onthel.  Membawa karung yang terpasang kiri kanan   yang digantungkan di sepeda.

“Seminggu sekali baru dijual, kadang dapat  duitnya 100-200 ribu,”kata Rumana menjelaskan. Dengan uang itulah ia makan dan membiayai cucu tersyangnya itu.

Baca juga : Viral! Kepergok Maling Buah Sawit, Kaki Pelaku Putus Dipotong Pemilik Kebun

Yang membuat hati Rumana tambah Sedih, tahun 2021 ini juga, dia kehilangan seorang anak  yang sudah remaja, anak tewas usai tenggelam sungai komering saat mandi-mandi sama kawanya.

“Sejak anak saya meninggal, hanya saya dan cucu saya ini yang tinggal dirumah “tambahnya. Yang membuat dia tidak habis pikir,  belum pernah sekalipun dia mendapatkan  bantuan dari pemerintah, baik BLT, maupun bantuan jenis lainya.

Sementara kata dia, ada tegangga dia yang baru tinggal 4 bulan, sudah dapat bantuan.”saya sudah 11 tahun tinggal dikotabaru, sekalipun belum pernah dapat bantuan sama sekali,”tandasnya.