Gunakan APBD Daerah, Proyek Jalan SP Harapan Jaya-Purun Timur Rp 7,5 Miliar Diduga Syarat Korupsi

Proses pengerjaan proyek pengaspalan jalan
Banner Iklan Sariksa

PALI, BERITAKITO.ID – Di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 telah menganggarkan pengerjaan proyek Peningkatan Jalan SP Harapan Jaya – Desa Purun Timur Dengan Anggaran Rp.7.582.175.000,. Seperti yang tertera di papan informasi proyek

Kegiatan : Peningkatan Jalan Sp Desa Harapan Jaya – Desa Purun Timur (DAK)
No Kontak : 094/TPK/SPK/PNK/PU_PALI/V/2021 tangal 23 mei 2021
Nilai Kontrak : Rp.7,582,175,000,.
Sumber Dana : APBD KABUPATEN PALI TA 2021
Penyedia Jasa PT. KRIS JAYA PERKASA

Papan informasi proyek jalan SP Harapan Jaya-Purun Timur Rp 7,5 Miliar

walaupun sudah dianggarkan dengan nilai yang sangat fantastis namun tidak membuat pelaksanaan dilapangan sesuai harapan masyarakat. Selain pondasi pengerasan jalan tersebut dinilai terlalu tipis namun pada pengaspalan akses jalan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi RAB bahkan aspal yang di gunakan pada proyek yang menelan anggaran Rp.7,5 Miliar tersebut banyak yang beku dikarenakan sudah dingin hal itu diungkapkan oleh Napoleon Selasa,(16/11/2021)

“Bukan hanya hamparan batu agregat nya saja yang tipis, tetapi juga aspal yang digunakan pada proyek tersebut juga diduga tidak standar” jelas Napoleon

Bahkan karena jarak yang jauh, menurut Informasi Aspal tersebut di ambil dari kota Prabumulih sehingga pas sampai ke lokasi proyek aspal tersebut sudah dingin. Bahkan banyak bagian yang beku tentunya hal ini sudah jelas jika aspal tersebut digunakan dalam keadaan dingin tidak nempel dengan baik dan sangat berpengaruh terhadap ketahanan proyek tersebut.

“Aspal tersebut digunakan dan dipasang sudah dingin, bahkan banyak bagian aspal yang sudah beku, hal ini tentu sangat berpengaruh bagi ketahanan aspal tersebut”

“Menurut informasi pada pelaksanaan hamparan batu agregat yang di gunakan pada jalan tersebut memang di sengaja dilakukan oleh pelaksana bergelombang untuk mengurangi pubikasi pada proyek tersebut”Ungkap Napoleon

Selain itu lanjut dia, proyek jalan yang bernilai Rp 7,5 Miliar lebih ini dari informasi yang dia dapat hanya mengerjakan 2 KM saja.

” Berarti jalan itu sekitar Rp 3,75 M satu kilometernya ” Terangnya.

Satu hal lagi, sambung dia, untuk publik ketahui bahwa sarana jalan yang dikerjakan, dari informasi juga, itu termasuk juga sarana jalan yang sudah di cor beton.

” Artinya ada kemungkinan, yang diberi hamparan batu pondasi hanya sepanjang 1 KM, sedangkan 1 KM lagi, tidak diberi lagi pondasi batu karena sudah ada cor beton ” Jelasnya.

” Saya menilai proyek jalan ini terlalu mahal, juga pondasi yang dihamparkan juga perlu diperhatikan lagi, apakah memang begitu,”

“Tentunya kami minta kepada pihak pihak terkait terutama aparat hukum supaya bisa melakukan audit dan pemeriksaan kelapangan, karena kuat dugaan pada pelaksanaan proyek ini terindikasi syarat penyimpangan dan Korupsi” Tukasnya Napoleon

Sementara itu, terkait persoalan proyek peningkatan sarana jalan Sp Harapan Jaya – Purun Timiur (DAK) tahun 2021 ini. Kepala Dinas Dinas dan pelaksana belum bisa dikonfirmasi. Namun PPK Proyek, Deri ketika dikonfirmasi sampai berita ini tayang tidak memberikan respon.