Gadis Cantik Asal Kab. PALI Terpilih Menjadi Duta Kuliner Sumsel Tahun 2022

Gadis Cantik Asal PALI Terpilih Menjadi Duta Kuliner Sumsel Tahun 2022
Aqiylah Rayhan

PALEMBANG – Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar pemilihan Duta Kuliner yang di Inisiator oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Sumsel Yus Elisa.

Pemilihan Duta Kuliner Sumsel tahun 2022 sengaja diadakan guna membina kaum milenial dalam mempromosikan, mengembangkan dan melestarikan nilai budaya Sumsel.

Sebagai pintu gerbang tujuan wisata di Sumsel. Selain itu, untuk meningkatkan dan mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif subsektor kuliner.

Pendaftar awalnya ada 95 peserta yang berasal dari kabupaten/kota di Sumsel diseleksi menjadi 20 orang finalis terdiri dari 10 putra dan putri yang digelar Senin 28 Februari 2022 kemarin.

Aqiylah Rayhan Terpilih Duta Kuliner Sumsel

Setelah melalui proses dan tahapan yang panjang, hasil dari pemilihan tersebut wanita cantik asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Aqiylah Rayhan terpilih menjadi Duta Kuliner Provinsi (Sumsel) Tahun 2022.

Darah cantik kelahiran 2 Agustus Tahun 2000 ini menyisihkan 95 orang kontestan lainnya yang berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Sumsel sebelum terpilih menjadi 20 pasang finalis.

Finalis wanita Aqiylah Rayhan terpilih menjadi juara pemilihan Duta Kuliner Sumsel. Sementara M. Haikal juara peserta laki-laki.

Memiliki keturunan dari sang ayah darah asli warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal sementara kakeknya Pesirah Talang Ubi Kabupaten PALI.

Motivasi Qyla sapaannya mengikuti ajang pemilihan Duta Kuliner Sumsel 2022 ini bermula ingin membantu orang lain, bisa berperan besar memajukan memberikan bimbingan kepada pelaku UMKM yang ada di Bumi Sriwijaya.

“Turut menjaga melestarikan kuliner khas daerah tersebut, sehingga membantu meningkatkan perekonomian warga setempat. Kalau kita makan apa-apa itu harus menggunakan hati. Jadi kita harus terus berinovasi agar bisa membantu orang lain,” ungkap Qyla, Selasa (1/3/2022).

Anak tunggal pasangan Bapak Yuliadi dan Ibu Yulianti ini mengatakan khusus daerah asalnya banyak kuliner asal Kabupaten PALI yang bisa dipromosikan dengan terus berinovasi tak hanya provinsi melainkan kancah nasional.

“Saya tertarik sama makanan meski beberapa orang gak suka sama aromanya. Namun rasanya nagih. Makanan itu namanya Bekasem atau Pekasam. Nah Qyla pengen modifikasi makanan itu biar orang pada suka,” katanya.