Fadli Zon dan Bu Susi Kompak Sindir Aksi Puan Menanam Padi Ditengah Hujan

BERITAKITO.ID – Aksi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani menanam padi di tengah hujan menuai komentar dan juga sindiran dari politisi dan tokoh publik.

Dua di antara banyak yang menyindir dan memberi komentar atas kegiatan Puan adalah Fadli Zon dan juga Susi Pudjiastuti. Keduanya menilai jika aksi Puan berlebihan atau lebay.

Susi Pudjiastuti sendiri memberi komentar melalui Twitter pribadinya @susipudjiastuti, Kamis (11/11/2021). Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 itu mengatakan jika tak ada petani yang menanam padi saat hujan.

“Biasanya petani menanam padi tidak hujan-hujanan,” tulis Bu Susi membalas cuitan postingan Media Indonesia yang mengabarkan kegiatan Puan menanam padi.

Tak berselang lama, politisi Gerindra, Fadli Zon menimpali cuitan bu Susi. Ia merasa Puan melakukan pencitraan yang sangat mudah ditebak.

“Belum belajar Pencitraan 4.0 ?,” timpal Fadli Zon membalas cuitan bu Susi.

tweet fadli zon

Terkait hal itu, netizen sendiri mendukung pernyataan bu Susi. Menurut sejumlah warganet, aksi Puan Maharani menanam padi disaat hujan sangat berbahaya karena berbahaya karena bila dalam naas terburuk bisa disambar petir.

Selain itu, menanam padi pada saat hujan bisa merusak benih padi karena belum kokoh terkena air hujan itu sendiri.

“Petani nandur hujan-hujan kesamber petir dan masuk angin. Lagi kalau nandur pas hujan ya rusak nanti tanamannya kena air hujan, karena belum kokoh,” tulis akun @Syawaludin3687 merespon cuitan bu Susi.

Sekedar informasi, aksi Puan menanam padi ditengah hujan ia lakukan pada Kamis (11/11/2021) di area Persawahan Sendangmulyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam kegiatan itu Puan mengajak para milenial untuk menjadi petani. Ia mengatakan Indonesia tidak bisa berdaulat pangan tanpa adanya petani. Atas dasar itu DPR akan terus memberi perhatian besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dari tangan mereka (petani) yang memberi makan kita semua. Kita perlu secara bergotongroyong menghasilkan solusi-solusi lebih menyeluruh atas berbagai masalah klasik pertanian seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya,” papar Puan.