Ditinggal Shalat Isya, Istri Tak Ada di Dalam Rumah, Suami Kaget Saat Lihat Ini

Pernikahan

BERITAKITO.ID – Seorang pria bernama Agusni (45) kalang kabut begitu mengetahui tak menemukan istrinya usai pulang dari Masjid. Pada hari kejadian, Agusni melakukan ibadah Salat Isya di Masjid yang tak jauh dari rumahnya.

Usai dari Masjid, ia kemudian pulang namun tak menemukan istrinya, Fitriani.

Ia pun mencari keberadaan istrinya yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di wilayah Aceh Barat tersebut.

Ia bahkan sempat mencari istrinya ke rumah tetangga dan warung yang ada di sekitar tempat tinggalnya ini, namun keberadaan istrinya tak juga ditemukan.

Namun betapa kagetnya ia ketika mengecek belakang rumahnya.

Dikutip dari Tribunbogor, Agusni (45) sempat kelimpungan mencari keberadaan istrinya, Fitriani.

Pasalnya, perempuan yang mengajar di salah satu SMK di wilayah Aceh Barat itu tiba-tiba menghilang seusai Agusni pergi melaksanakan shalat isya berjamaah di masjid.

Rupanya, sang ibu guru tersebut tewas menjadi korban pembunuhan.

Dari Serambinews.com, hingga Senin (8/11/2021) Polres Aceh Barat masih memburu pelaku yang telah membunuh korban.

Agus menceritakan, ia tak pernah menyangka istrinya tewas dalam kondisi mengenaskan di belakang rumahnya sendiri.

Ia menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang tidak ada di rumah.

“Kami berpisah menjelang salat Isya, saya ke masjid untuk salat berjamaah, namun saat saya pulang ke rumah kondisi sepi,” kata dia.

Saat itu, Agus pun berusaha mencari keberadaan sang istri.

“Karena sepi saat saya panggil tidak ada jawaban, saya mencarinya ke warung dan tempat tetangga, dan akhirnya saya pulang karena tidak bertemu,” ujar Agus menambahkan.

Ia pun kaget bukan kepalang saat melihat belang rumahnya.

Rupanya, sang istri sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya.

“Akhirnya ditemukan di belakang rumah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Agusni,

Kondisi tersebut sontak membuatnya terkejut dan tidak percaya dengan kondisi tersebut, ia meminta tolong kepada tetangga.

Saat kejadian Agusni tidak berada di rumah, sedangkan istrinya Fitriani tinggal sendirian di rumah tersebut, sehingga peristiwa nahas itu tidak ada yang melihatnya kala itu.

Sementara pintu pagar rumah korban pada Jumat sore terlihat sepi dan police line oleh oleh pihak kepolisian Polres Aceh Barat, sehingga terlihat sepi tidak ada orang di dalamnya yang berada di jalan Nasional Lintas Meulaboh-Banda Aceh di Desa Suak Timah.

“Kita berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap pelakunya,” pinta Agusni, suami korban saat ditemui para wartawan di kediamannya di Desa Suak Timah.

Suami Korban Diperiksa

Seorang ibu guru tewas menjadi korban perampokan di rumahnya sendiri.

Korban bernama Fitriani (45) seorang ibu guru SMK di Kabupaten Aceh Barat.

Tak hanya nyawa korban yang melayang, namun perhiasan emas seberat 30 gram dan HP milik korban pun turut digondol oleh para pelaku.

Saat ini jasad sang ibu guru SMK itu sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Kasus ini bermula saat jasad korban ditemukan pada Kamis (4/11/2021) malam.

Lokasinya berada di rumah korban di Desa Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.

Saat ditemukan, korban mengalami luka parah, terutama di bagian kepalanya.

Terdapat juga sebuah batu koral yang diduga sebagai alat pelaku saat menghabisi korban.

“Untuk sementera kita belum menetapkan tersangka, akan tetapi sejumlah saksi sedang kita lakukan pemeriksaan terkait kasus pembunuhan warga Suak Timah,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda.

Andrianto menambahkan, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari suami korban.

“Kita terus bekerja sesuai SOP pihak kepolisian, sehingga masalah tersebut nantinya bisa membuahkan hasil.”

“Sejauh ini kita baru memeriksa saksi, termasuk suami korban yang sudah kita periksa,” imbuh Andrianto.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda, melalui Kapolsek Samatiga, Iptu P Panggabean, kepada Serambi, Sabtu (6/11/2021) malam, mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mendapat keterangan guna memudahkan penyidik dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kita terus bekerja sesuai SOP pihak kepolisian, sehingga masalah ini nantinya bisa membuahkan hasil. Sejauh ini, kita baru memeriksa saksi termasuk suami korban,” ungkap Iptu P Panggabean.

Ditambahkan, masih banyak saksi yang akan dimintai keterangan dengan harapan akan terungkap siapa pelakunya.

Berharap Pelaku Ditangkap

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM berharap polisi segera mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan seorang ibu guru tersebut.

“Insya Allah, Allah akan menunjukkan siapa pelakunya. Saya sejujurnya belum sanggup menerima ini,” kata dia saat bertakziah ke rumah duka, Minggu (7/11/2021).

Alhudri menegaskan, dirinya sangat menyesali apabila para guru diganggu, karena mereka ini adalah para pendidik negeri ini.

Kepada keluarga, Kadisdik Alhudri mengaku cukup berduka atas kejadian yang menimpa almarhumah.

Oleh karena itu dia mengecam keras peristiwa yang telah membuat dunia pendidikan Aceh kehilangan guru teladan.

Tidak hanya itu, Alhudri juga mengatakan jika Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT menghubungi langsung dirinya melalui WhatsApp untuk menyampaikan turut belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini dan beliau menyampaikan salam pada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami sahabat-sahabat almarhumah di seluruh Aceh turut mendoakan beliau. Insya Allah beliau syahid, dan kami atas nama Dinas Pebdidikan Aceh terus berdoa untuk almarhumah,” sambungnya.

Alhudri menuturkan mendapat kabar duka ini dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat saat mengantarkan siswa SMK untuk magang di Sumatera Utara, yang di dalam rombongan tersebut terdapat dua orang siswa dari almarhumah.

“Semula saya tidak percaya kabar ini, karena perbuatan ini sangat di luar nalar saya. Tapi apapun itu kami keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh bersama unsur-unsurnya ikut belasungkawa yang mendalam,” tutupnya.

Sementara itu, Saijal Wahbi selaku sepupu dari suami almarhumah dalam sambutannya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kadisdik Aceh bersama rombongan.

Menurut Saijal, kunjungan rombongan Kadisdik adalah dukungan moral yang hanya Allah yang bisa membalasnya.

“Dengan kedatangan pak Kadis dan rombongan menyadarkan kami sekeluarga yang sedang berduka bahwa kami tidak sendiri. Semoga Allah menerima doa kita semua,” katanya.

Saijal menambahkan, pihaknya sekeluarga sangat iklas jika almarhumah dipanggil oleh Allah. Akan tetapi dengan kejadian seperti ini yang membuat pihak keluarga berduka.

“Tapi kami yakin serapi apapaun kejahatan ditutup semua ini akan tersibak pada waktunya,” tutup Saijal.

Dalam kunjungan tersebut, Kadisdik Aceh juga memberikan santunan untuk keluarga yang diterima oleh Agusni, suami dari almarhumah.

Dalam rombongan takziah turut ikut hadir para pejabat struktural di lingkup Dinas Pendidikan Aceh, Kacabdin Aceh Barat, Kacabdin Sabang, Kacabdin Nagan Raya, Kacabdin Abdya, Koordinator Pengawas Sekolah (Korwas), PGRI, IGI, MKKS dan para guru.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, untuk mengungkap pembunuhan itu, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. “Untuk tersangka, hingga sore tadi (sore kemarin-red) belum ada. Kita terus bekerja, semoga pelaku bisa segera kita temukan,” ungkap Andrianto.