Diduga Adanya Penipuan Hingga Puluhan Miliar, Polda Sumsel Cari Barang Bukti di Kantor Cabang DHD Farm PALI

Polsa SUMSEL lakukan pemasangan plice line di lokasi DHD Farm Pali

PALI, BERITAKITO.ID – Kantor Cabang DHD Farm Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Desa Betung, Kecamatan Abab akhirnya di pasang polisi line.

Paska mencuatnya kasus koperasi yang bergerak di bidang ternak lele itu dilaporkan ratusan mitranya, diduga oknum pengelolanya telah melakukan penipuan hingga puluhan miliar.

Pemasangan polisi line sendiri, dilakukan anggota dari Polda Sumatera Selatan di backup Polres PALI.

Di lokasi juga dilakukanya pencarian barang bukti tambahan di kantor yang menyerupai rumah, dengan cat dinding berwarna biru laut tersebut.

Baca juga : Kakek Suhut Blak-blakan soal Baim Wong Marah-marah di Pinggir Jalan

Bahkan, saat ini ratusan kolam ikan lele yang berada di lingkungan kantor DHD Farm terlihat kosong.

Pagar pintu masuk juga sudah digembok dan situasi di dalam areal usaha ini terlihat sepi dan tidak ada aktivitas satu orangpun didalamnya.

Kaisar Napoleon, warga setempat yang juga mitra DHD Farm Cabang PALI mengatakan, sudah tidak ada lagi aktivitas di dalam lingkungan lahan DHD Farm sejak mencuatnya kabar dugaan penipuan dan pengelapan yang dilakukan DHD Farm.

“Luas areal lokasi kolam dan kantor ada sekitar dua hektar. Sedangkan, kolamnya ada ratusan pak. Saat ini di dalam kolam hanya berisikan air saja. Tidak ada lagi ikan lele di dalamnya,” terangnya.

Baca juga : Fall Guys Sempat Miliki Level Mirip Squid Game, Tertarik untuk Mengangkatnya Kembali

Dikatakannya, bahwa dirinya bergabung dalam DHD Farm sejak satu tahun lalu, dan diakuinya sudah menikmati pembagian hasil keutungan selama enam bulan. Hingga mengalami kendala dalam pembagian hasil bulan Juni 2021.

“Setahu saya ikan ini sudah tidak ada sejak Juni 2021. Ketika pembagian hasil ke mitra yang biasanya kami terima mendadak terhenti. Sejak itulah, muncul gejolak para mitra DHD Farm,” terangnya.

Sementara, Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi SIK membenarkan, bahwa pemasangan polisi line tersebut dilakukan Polda Sumsel. Dan pihaknya hanya sekedar membackup agar situasi di sekitar kantor tetap kondusif.

“Jadi kita hanya sekedar membackup saja. Kita juga mengarahkan, bagi ada anggota DHD Farm yang hendak membuat laporan, bisa mendatangi Polda Sumsel. Karena, memang perkaranya langsung ditangani Polda Sumsel,” jelasnya.