Buku Nikah Hasil Curian Dijual ke Jawa Barat untuk Kawin Kontrak, Polda Jabar Belum Terima Laporan


BERITAKITO.ID – Polda Jawa Barat masih menunggu hasil penyelidikan yang dilalukan Polres Gunungkidul, terkait adanya pencurian buku nikah yang diduga dijual untuk kawin kontrak di daerah Jawa Barat. 

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi adanya praktik jual beli buku nikah yang digunakan untuk kawin kontrak di Jabar. 

“Kami belum ada berita atau laporan terkait masalah penggunaan buku nikah hasil curian di Jawa Barat, kita belum ada laporan itu, berarti itu hasil pengembangan dari penyidikan, kita menunggu saja apakah memang sudah diperjual belikan atau bagaimana,” ujar Erdi A Chaniago, saat dihubungi, Selasa (9/11/2021). 

Menurut Erdi, dalam buku nikah itu ada nomor register yang menentukan buku nikah tersebut berasal dari daerah mana. Sehingga, jika ada buku nikah yang berasal dari luar yang digunakan di Jabar akan ketahuan. 

“Tapi intinya, kita tidak mendapatkan informasi tersebut karena penanganan ini sudah dilakukan oleh pihak Polres Gunungkidul Yogyakarta” katanya. 

Sebelumnya, Satreskrim Polres Gunungkidul menangkap dua maling spesialis pencurian dengan pemberatan di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Mereka yakni PH (42) dan AA (41), keduanya ditangkap belum lama ini di dua lokasi terpisah. 

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra menjelaskan para pelaku memang mengkhususkan diri pada pencurian buku nikah.

Dokumen tersebut kemudian dijual ke penyedia jasa kawin kontrak atau orang yang ingin memalsukan status pernikahan. 

“Dokumen tersebut dijual ke Jawa Barat hingga Sumatra, kemudian hasilnya digunakan untuk pribadi,” jelas Riyan.