News  

Putra Siregar Resmi di Tahan! Ini Alasan dan Penyebabnya

Putra Siregar Resmi di Tahan! Ini Alasan dan Penyebabnya

Beritakito.ID – Putra Siregar resmi di tahan Polres Metro Jakarta Selatan selama 21 hari kedepan terkait dugaan kasus pengeroyokan terhadap Nuralamsyah di sebuah kafe kawasan, Senopati, Jakarta Selatan sekitar pukul 02:00 Wib.

Penahanan Putra Siregar terhitung sejak 12 April 2022 hingga 21 hari kedepan dengan alasan khawatir melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.

Dikutip dari kanal Youtube Intens Investigasi, Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun, S.Ik, SH membenarkan jika Putra Sirega dan Rico Valentino dilakukan penanahan selama 21 hari kedepan untuk penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan.

“Alasan penahanan subjektif seperti dikhawatirkan melarikan diri, serta menghilangkan barang bukti, serta memenuhi unsur bisa dilakukan penanahan,” ujarnya, dikutip Rabu (13/4/2022)

Sementara itu, Kuasa Hukum Nuralamsyah korban pengeroyokan diduga dilakukan Owner PS Store dan Rico Valentino beberkan kronologis pengeroyokan oleh Putra Siregar Cs.

Dikatakan Kuasa hukum korban, Ahmad Ali Fahmi kronologis pengeroyokan oleh Putra Siregar Cs terjadi pada 2 Maret 2022 di sebuah kafe kawasan, Senopati, Jakarta Selatan sekitar pukul 02:00 Wib.

“Kronologis pengeroyokan oleh Putra Siregar Cs terhadap klien kami kira-kira pukul 02:00 Wib yang dikeroyok tanpa sebab, kita gak tahu apakah pelaku terpengaruh alkohol atau tidak, ” katanya.

Lanjutnya, usai pengeroyokan yang dilakukan Putra Siregar dan Rico Valentino, pihaknya memberikan tenggat waktu untuk keduanya melayangkan permintaan maaf terhadap klien kami atas kejadian tersebut.

Namun lantaran permintaan maaf dari Putra Siregar tak kunjung dilakukannya, membuat pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 11 Maret 2022.

Menurut dia, pihaknya telah memberikan tenggat waktu terhadap Putra Siregar dan Rico Valentino untuk melayangkan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Namun lantaran permintaan maaf tak kunjung dilakukan, Fahmi kemudian, melayangkan laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 11 Maret 2022.

Dalam laporan pihaknya ke Polres Metro Jakarta Selatan, juga menyerahkan sejumlah barang bukti seperti hasil visum, rekaman CCTV di lokasi kejadian, dan menghadirkan saksi-saksi yang bahkan turut menjadi korban pengeroyokan tersebut.

“Karena kita nunggu itikad baiknya minta maaf gak mau minta maaf. Oleh karena itu, kita laporkan ke polisi,” ujar Fahmi.

Akibat aksi pengeroyokan tersebut, kata Fahmi, kliennya mengalami luka di bagian rahang kanan. Luka tersebut diduga akibat pukulan benda tumpul. “Luka dalam di bagian rahang kanan, ada bekas pukulan benda tumpul,” terang Fahmi.